Setiap sesuatu tidak ada yang abadi. People or etc come and go. Diantara kita pasti
pernah merasakan yang namanya kehilangan sesuatu. Sesuatu yang dulunya selalu
ada untuk kita, kini sudah tidak ada lagi.
Tak ada yang bisa disalahkan, itulah takdir. Yang namanya
sesuatu tidak akan pernah bisa untuk ditinggalkan atau dilupakan. Sekuat apapun
kita melupakannya, pasti ada sisi yang membuat kita selalu ingat hal tersebut.
Sekarang, saya hanya punya “foto” yang tidak banyak, foto
dalam otak saya sendiri, atau disimpan dalam perapian, dan setiap jepretan foto
itu mempunyai maknanya sendiri, memiliki kenangan tersendiri yang sangat sulit
untuk dilupakan. Berharap, ada seorang ilmuwan yang bisa membuat kita kembali
ke dalam “foto” tersebut, merasakan atmosfernya yang saat ini sangat saya
rindukan. Tidak jarang saya berharap untuk bisa menambahkan koleksi “foto”
tersebut.
Mungkin, album tersebut sudah selesai, tidak ada yang bisa
ditambahkan lagi. Saat ini masih ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan saat
saya melihat album tersebut dan mendengar nama sosok yang ada dialbum tersebut.
Tapi saya yakin, suatu saat nanti album tersebut akan menjadi biasa saja,
karena album yang lain dengan sosok yang lain sudah selesai dibuat dan sangat
indah.
Tapi, kembali lagi kenangan tetap kenangan. Seberapa jauh
waktu memakan usia album tersebut, pasti aka nada sisi dimana Ia membawa saya
ke masa itu, yang sangat saya rindukan saat ini.
(ditulis tengah malam oleh Evi Ardiyani, di sebuah kamar
kecil dengan lantunan lagu distance-Cabrini asteriska lagu yang akan menjadi
sedih dalam beberapa bulan lagi.)
No comments:
Post a Comment